Kamis, 04 September 2008

Hidup Itu Pilihan...

Kata orang hidup itu pilihan, kok bisa? Setiap orang mempunyai dua pilihan berbeda yang dapat dipilihnya dalam menjalani hidup ini. Pilihan pertama yang dapat dipilih ialah dengan menjadi yang sedikit (apaan tuh?). Menjadi orang yang memilih untuk menjalani hidup di bawah dari kemapuan dan kapasitas seseorang yang sebenarnya (bingung?). Begini contohnya, sedikit berusaha, sedikit membaca, sedikit berfikir, sedikit beribadah, sedikit berdoa, sedikit mencoba, disiplin dalam hidup yang sedikit. Di atas adalah beberapa pilihan yang dapat mengarahkan kita ke kehidupan yang kosong. Contoh di atas adalah pilihan dari seseorang yang mengarahkan kehidupannya pada kehidupan yang penuh dengan kekhawatiran, dibandingkan kehidupan yang penuh dengan harapan yang mengagumkan.

Bagaimana dengan pilihan yang kedua? Melakukan semuanya! (maksudnya?) Menjadi seseorang yang melakukan segalanya dengan segenap kemampuannya. Begini contohnya, membaca semua buku yang kita mampu, menghasilkan sebanyak yang kita mampu, memberi dan berbagi sebanyak yang kita mampu, beribadah sebanyak-banyaknya sesuai dengan kemampuan kita, berusaha dan produktif sebanyak yang kita mampu, menyelesaikan perkerjaan sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan kita. Kita semua mempunyai pilihan tersebut. Untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukannya. Menghasilkan yang banyak atau menghasilkan yang sedikit ataupun tidak menghasilkan apa-apa sama sekali.


Seperti pohon, kita akan sangat tertantang untuk berkembang menjulang ke atas dan keluar sampai memenuhi ukuran dari kemampuan kita. Kenapa tidak melakukan segala sesatu yang kita bisa, setiap waktu yang kita bisa, sebaik-baiknya yang kita bisa, selama yang kita bisa?


Tujuan hidup kita yang utama sebaiknya untuk menciptakan sebanyak-banyaknya bakat dan kemampuan serta hasrat yang kita inginkan. Setia melakukan segalanya dengan sedikit, dapat membuat kita gagal dalam melakukan sesuatu yang sangat berharga.


Hasil adalah ukuran yang terbaik dalam perkembangan hiudup manusia. Bukan perbincangan, bukan penjelasan, bukan pula alasan. Hanya hasil! Dan jika hasil yang kita dapatkan kurang atau di bawah dari potensial kita yang sebenarnya, kita harus berusaha untuk menjadi sesuatu yang lebih baik hari ini dibanding hari kemarin. Penghargaan yang besar selalu pantas diberikan kepada orang yang membawa nilai yang luhur bagi dirinya dan bagi lingkungan sekitarnya, menghasilkan perubahan ke jalan yang lebih baik untuk orang itu khususnya dan orang yang di sekitarnya.

PS: Artikel di atas dikutip dan diterjemahkan dari artikel Jim Rohn seorang filsuf Bisnis (Jim Rohn International)

Semoga dapat bermanfaat bagi kawan-kawan semua.

Tidak ada komentar: